HomeOpiniNilai Perdamaian Muhammad al-Fatih dalam Proses Penakhlukan Konstantinopel

Nilai Perdamaian Muhammad al-Fatih dalam Proses Penakhlukan Konstantinopel

Salah satu bukti bahwa Islam mengutamakan perdamaian diatas peperangan adalah adanya aturan mengenai larangan memerangi orang kafir yang belum sampai kepadanya dakwah Islam. (A.Djazuli 2000) Perang baru diperbolehkan jika musuh Islam mengancam kebebasan untuk mendakwahkan Islam dan menolak ajakan dakwah dengan mengangkat pedang. Aturan-aturan mengenai perang tersebut diterapkan oleh Muhammad al Fatih saat terjadi perluasan wilayah di Konstantinopel. Sebelum melakukan penyerangan, al-Fatih mengadakan perjanjian damai dengan musuh. (Syaikh Ramzi Al-Munyawi 2012)

Salah satu faktor yang menyebabkan al-Fatih mampu menembus kekuasaan Byzantium adalah adanya konflik internal antara Kristen ortodok timur dan Paus. (Ilmi 2019) Sehingga menguntungkan bagi pihak Muslim saat melakukan penyerangan. Pertempuran di Kontantinopel menjadi peristiwa bersejarah dunia karena melibatkan dua peradaban besar yaitu peradaban Islam dan Romawi yang merepresentasikan agama Islam dan Kristen.

Tak hanya mengedepankan perdamaian dan taat pada aturan perang, al-Fatih juga menghargai rahib Nasrani pasca penguasaan Konstantinopel. (Ridwan and Bakhtiar 2020) Al-Fatih juga memberikan hak pada masyarakat Konstantinopel di bawah kekuasaannya untuk tetep memeluk agama Nasrani dan membebaskan mereka untuk beribadah sesuai agama dan keyakinannya.

Nilai perdamaian Muhammad al-Fatih

Ada tiga nilai dasar perdamaian yang diterapkan al-Fatih saat penakhlukan Konstantinopel. Tiga nilai tersebut antara lain: toleran (tasamuh), keadilan (al’adl), keseimbangan (tawazun), Penjelasan tentang ketiga nilai tersebut adalah sebagai berikut ini:

  1. Toleran (tasamuh)

Toleransi adalah sikap saling menghargai antar sesama manusia walaupun dengan pihak yang berbeda pendapat. (Hermawan 2020) Sikap tolerans ini bisa dimunculkan dengan melatih kesabaran, ketahanan emosional, dan juga kelapangan dada. Nilai ini sangat terlihat selama al-fatih memberikan semangat pada pasukannya saat mengalami kegagalan. Bukan hal yang mudah, penakhlukan Konstantinopel diawali dengan pengepungan selama dalam kurun waktu yang lama. Benteng Konstantinopel terlalu kuat untuk dirobohkan.

Tak hanya menerapkan sikap toleransi antar pasukan, al-Fatih juga menerapkan sikap toleransi dengan pihak lawan. Hal itu ia lakukan dengan mengadakan perjanjian damai terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan jalur militer. Perjanjian damai tersebut dilakukan terhadap negara-negara tetangga yang dianggap dapat membantu Konstantinopel agar pengepungan dapat berjalan sesuai rencana. Diantaranya dengan negara Galata disebelah Timur, negara Majd dan Venesia, dua negara yang berbatasan dengan negara-negara Eropa. (Ali Muhammad As-Shalabi 2003)

Sikap toleransi juga al-Fatih terapkan pasca penakhlukan berhasil. Saat itu, al-Fatih melihat banyak masyarakat sipil Kristen yang bersembunyi di gereja Agya Sophia dengan penuh ketakutan. Al-Fatih mendatangi dan menenangkan mereka dengan menyatakan “kalian berhak memilih salah satu dari kalian untuk menjadi pemuka agama, tidak ada gereja yang dialihfungsikan menjadi masjid kecuali Agya Sophia”. (Buya Hamka 2002)

2. Keadilan

Adil adalah suatu kondisi tidak berat sebelah, berpihak pada kebenaran, bersifat obyektif. Sehingga seseorang yang adil tidak memihak karena kecenderungan yang subjektif. Keadilan dalam kepemimpinan al-Fatih juga tampak saat ia memperlakukan Justiniaus dengan sangat manusiawi setelah mendapatkan kemenangan. Justiniaus adalah salah seorang walikota Konstantinopel yang ikut berjuang dalam perang. al-Fatih mendengar kabar bahwa Justiniaus terluka dan sembunyi didalam sebuah kapal. Al-Fatih meminta pasukannya untuk mencari Justiniaus, karena al-Fatih melihat kegigihan Justiniaus saat berperang. Al-Fatih ingin menyembuhkan luka Justiniaus.

Al-Fatih sangat sedih dan murka ketika mendengar tentara al-Fatih justru membawa kepala Justiniaus dan memberikan kepada al-Fatih. Tentara tersebut mengira ia akan mendapat penghargaan karena berhasil membawa kepala Justiniaus. Ternyata sebaliknya, tentara tersebut dihukum sesuai denga napa yang tentara tersebut lakukan pada Justiniaus. Kepada tentara lainnya al-Fatih berseru bahwa tentara Islam tidak boleh menganggu orang Kristen. (Buya Hamka 2002)

3. Keseimbangan

Keseimbangan adalah sikap berimbang antara hubungan ke sesama manusia dan hubungan dengan Tuhan. Sikap keseimbangan ini tampak ketika al-Fatih menyiapkan tentara sebelum penakhlukan. Benarlah bahwa armada perang, pasukan, senjata, strategi untuk penakhlukan Konstantinopel sudah dipersiapkan dengan baik oleh al-Fatih. Karena bagaimanapun, benteng Konstantinopel terlalu kokoh untuk ditembus dengan persiapan seadanya.

Selain mempersiapkan pasukan, al-Fatih juga terus menguatkan semangat pasukan dan mengembalikan niat pasukan untuk berjuang dan membangun agama Allah. Al-fatih menyadari bahwa jika Konstantinopel bisa dikuasai dengan pedang saja maka seharusnya Umayah sudah berhasil menakhlukannya. Dan jika Konstantinopel bisa dikuasai dengan taktik perang saja, maka seharusnya Abbasiyahlah yang jadi pemenangnya. Dan jika Konstantinopel bisa dikuasai karena ibadahnya dan keimanan tentara maka khulafaur rasyidin lah yang seharusnya berhasil mendudukinya.

Maka tentara Konstantinopel harus menyatukan ketiganya, baik dari kemampuan tentara, strategi, dan juga niat yang terus murni ditujukan untuk menegakkan hadits Nabi Muhammad tentang dakwah Islam di Eropa. Bukan karena menginginkan jabatan, ghanimah, maupun keuntungan duniawi lainnya.

Demikianlah nilai-nilai perdamaian yang diterapkan Muhammad al-Fatih dalam penakhlukan Konstantinopel. Nilai tersebut diinternalisasi dalam proses perang, dengan tujuan meminimalisir potensi konflik pasca dikuasainya Konstantinopel oleh muslim. Selain itu, juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa peperangan dalam Islam saat itu dilakukan karena keadaan yang mendesak, bukan semata untuk kepentingan duniawi.

RELATED ARTICLES
Continue to the category

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments