Saturday, May 30, 2026

Papan cerita adalah dokumentasi tertulis berupa cerita dan opini dari kerja-kerja perempuan perdamaian di Indonesia. Empat belas tahun bekerja membangun resiliensi komunitas, AMAN Indonesia menyaksikan berbagai perubahan terjadi di komunitas yang dipimpin oleh perempuan. Papan Cerita juga menerima tulisan dari berbagai pihak tentang kontribusi perempuan dalam perdamaian dari berbagai wilayah di Indonesia.

Opini

Gerakan Perempuan untuk Kesetaraan Gender dan Nasionalisme dalam Buku “Feminisme dan Nasionalisme di Negara Dunia Ketiga”

Editor: Yuyun Khairun Nisa Perjuangan tokoh perempuan dalam masa transisi penjajahan ke masa kemerdekaan kerap kali lebih diingat sebagai simbol pengaruh feminisme. Banyak yang melupakan...

Saya merasa, sebagai “peacebuilders” (perempuan pegiat perdamaian) sangat penting melakukan pendekatan damai pada penyelesaian kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan. Mengedepankan sikap rendah hati, bahasa tubuh yang terbuka, dan menganggap semua manusia sama

An’an Yuliati

Ketua Sekolah Perempuan Cipakat, Tasikmalaya

Perempuan itu bisa mendampingi apapun. Karena harus kita sentuh hatinya. Yang tidak mau ditemui dari awal. Kita datang kaya pengemis. Kita merendahkan diri kita, seakan kita butuh dia. Pak Ali (bukan nama sesungguhnya), dia tidak mau kalau yang datang bukan saya dan ibu Inggrid. Kalau laki-laki tidak mau. Apalagi yang laki-laki moja yang tinggi besar.

Novi Malinda Djamhuri

Fasilitator Sekolah Perempuan Poso

Cerita