HomeFilmPerjuangan Perempuan India Merebut Kebebasan: Kisah Prerna dalam Film “Skater Girl”

Perjuangan Perempuan India Merebut Kebebasan: Kisah Prerna dalam Film “Skater Girl”

Film ini bercerita tentang seorang perempuan yang bernama Prerna, hidup di Rajasthan, India. Budaya yang berkembang pada daerah tersebut, kurang lebih sama dengan apa yang terjadi di lingkungan kita. Seperti peran yang dilakukan oleh perempuan dalam ranah domestik, pernikahan dini, bekerjanya seorang istri yang dianggap aib, dll.

Bercerita tentang seorang perempuan, yang memiliki kepercayaan, keberanian dan pilihan hidup yang tidak semua perempuan lakukan, Prerna merupakan seorang perempuan yang hidup di keluarga kelas bawah. Setiap hari, ia membantu orang tuanya di ladang. Sudah lama ia tidak sekolah, lantaran banyak sebab, diantaranya: seragam sekolah, buku, hingga akses lainnya.

Hingga suatu hari, ada seorang gadis yang bernama Jessica, bertemu dengan Prerna dan membelikannya seragam sekolah. Akhirnya Prerna bisa mengenyam pendidikan kembali. Tidak sampai pada kisah itu, kedatangan Jessica, seorang gadis yang berasal dari London dengan misi mencari tahu kisah ayahnya, membuat kehidupan di kampung tersebut berubah. Salah satunya membangun skatepark hingga memberikan skateboard kepada anak-anak yang hidup di kampung itu, dengan tujuan agar anak-anak bisa berain, mengekspresikan dirinya serta bahagia.

Pembangunan skatepark menimbulkan banyak masalah. Termasuk penentangan yang diberikan oleh masyarakat dengan keterlibatan perempuan (red: Jessica). Hingga suatu ketika, pembangunan skatepark tersebut dilakukan atas dukungan teman-teman Jessica, serta masyarakatpun turut membantu pembangunan tersebut. Dengan adanya skatepark di tempat itu, anak-anak yang menyukai permainan skateboard memiliki ruang untuk bermain, sehingga tidak mengganggu masyarakat di kampung. Seluruh tanggung jawab seperti sekolah, membantu orang tua, tetap terlaksana dengan baik dengan adanya skatepark.

Bagi Prerna pribadi, skateboard adalah ruang untuk dirinya bebas. Sebab dengan bermain itu, ia merasa merdeka, menjadi dirinya sendiri, serta tidak terbelenggu dengan banyaknya beban sosial yang disematkan oleh orang tuanya. Apalagi sejauh ini, bagi seorang perempuan, permainan tersebut sangatlah tidak etis dimainkan. Sebab permainan tersebut merupakan permainan laki-laki.

Dalam film tersebut, perempuan hanya memiliki tugas untuk wilayah domestik. Di samping itu, narasi tentang budaya barat tentang stigmatisasi seorang perempuan, menyebabkan ayah Prerna sangat menentang puterinya untuk bermain skateboard. Tidak hanya itu, menariknya dalam film ini adalah kisah Prerna yang ditentang oleh ayahnya akibat memiliki kedekatan dengan seorang laki-laki kelas atas.

Di daerah itu, kasta memiliki pengaruh kuat terhadap hubungan antara laki-laki perempuan. Kasta bawah, haram hukumya untuk menikah dengan kasta atas, begitupun sebaliknya, sekalipun keduanya saling mencintai. Hingga akhirnya, Prerna kemudian dinikahkan oleh pilihan orang tuanya.

<strong>Kabur di hari pernikahan demi mengikuti lomba skateboard</strong>

Di akhir cerita, Prerna yang dipaksa menikah, memutuskan untuk kabur dari pernikahannya demi mengikuti lomba skateboard yang diadakan oleh pemerintah setempat. Sebab melalui perlombaan tersebut, ia bisa merebut kejuaraan nasional. Keputusan untuk lari dari sebuah pernikahan sangatlah sulit, apalagi bagi anak perempuan, dimana teman sebaya Prerna sudah menikah semua. Meskipun demikian, dengan tekad yang kuat, akhirnya, Prerna datang ke perlombaan tersebut dengan begitu semangat.

Dari sekian banyak waktu yang diluangkan oleh Prerna untuk belajar dan bermain skateboar,d ia berhasil memenangkan perlombaan tersebut. Pada saat bermain skateboard dalam perlombaan itu, ayah dan ibunya menonton puterinya itu bermain skateboard. Raut haru yang terpancar dari sang ayah tatkala melihat puterinya bermain skateboard jelas terlihat. Kebebasan yang direbut oleh Prerna sepertinya diberikan oleh sang ayah. Sedangkan sang ibu, sejauh ini adalah orang yang selalu mendukung Prerna untuk belajar dan tumbuh sebagai seorang gadis.

Melalui lomba itu, Prerna datang sebagai seorang juara, melalui juara itu, ia akan melanjutkan perlombaan ke jenjang nasional. Kisah Prerna merupakan kisah kita semua sebagai perempuan. Bagi perempuan yang mengalami banyak sekali tekanan, stigma sosial, beban ganda yang disematkan oleh orang lain, ada banyak cara untuk melakukan penentangan, pemberontakan yang bisa dilakukan. Prerna melakukan pemberontakan dengan sangat berani, yakni menentang budaya dan mencari kebebasan yang dibutuhkannya.

RELATED ARTICLES
Continue to the category

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments