HomeBukuPerempuan: Pendobrak Sistem Pelopor Ekonomi Kapitalisme

Perempuan: Pendobrak Sistem Pelopor Ekonomi Kapitalisme

Judul buku:Siapa yang Memasak Makan Malam Adam Smith (Kisah tentang perempuan dan ilmu ekonomi), 

Penulis: Katrine marcal

Penerjemah: Ninus D. Andurnuswari, 

ISBN: 978-979-1260-992

Jumlah Halaman: 226 hlm.

Pada tahun 1776, Adam Smith menulis kutipan terkenal: “Bukan karena kebaikan hati tukang daging, tukang minuman, atau tukang roti kita bisa mendapatkan makan malam kita, melainkan karena memikirkan kepentingan diri mereka sendiri.” kalimat ini kemudian menjadi sebuah fakta bahwa manusia adalah homo economicus, artinya manusia sebagai makhluk yang memaksimalkan pemenuhan kepentingan dirinya. Pengertian ini yang membuat setiap orang, berlomba-lomba untuk memenuhi kepentingan dirinya. Dalam bahasa sederhana, kebaikan seorang pelayan di warung, ataupun café kepada pelanggan, bukan karena dia benar-benar baik, tapi dia berusaha untuk mengambil keuntungan dari kebaikan itu. Sebab pelanggan akan memberikan keuntungan yang besar kepada dirinya. 

Kiranya perlu dipahami oleh pambaca tentang jargon, manusia hidup dengan kepentingannya masing-masing. Pola perilaku saling menguntungkan ini secara tidak sadar menjadi suatu rahasia umum dalam prinsip ekonomi yang berjalan. Kalimat Smith sepertinya tidak sederhana itu, sebab Katrine marcal sangat skeptis dengan teori ekonomi Smith, kemudian mempertanyakan balik penjelasan Smith, “siapa yang memasak makan malam Adam Smith sebenarnya?” 

Apakah hidangan lezat yang tersaji itu melalui mekanisme yang sama? Apakah ia yang bekerja sebagai akademisi digaji oleh pemerintah kemudan membeli bahan masak dari petani atau pedagang di pasar dan kemudian mengolahnya sendiri untuk disantap?

Jawaban dari pertanyaan tersebut sangat mengejutkan. Sebab orang yang meyiapkan makan malam selama hidup, bahkan yang memenuhi kebutuhan sehari-harinya apalagi urusan makan, adalah ibunya. Tidak salah ketika seorang Adam Smith fokus terhadap akademis, keberlanjutan pengetahuan dirinya untuk menjadi manusia yang berpengetahuan, tidak pernah terganggu dengan kebutuhan dasarnya karena sudah ada sosok ibu yang sudah menyiapkannnya sejak dahulu. Adam Smith tidak terbebani dengan kegiatan domestik. Ia hanya menjadi orang yang secara fokus terhadap keilmuan di bidangnya tanpa terganggu untuk memasak, dan menyiapkan makan di dapur. 

Peran ibu yang menyediakan segala kebutuhan domestik Smith, bisakah disebut sebagai orang yang sedang berupaya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri? nyatanya, upaya yang dilakukan oleh ibu kepada anaknya, tidak lebih daripada kasih sayang kepada beta. Pada titik inilah, terlihat sangat jelas bahwa peran perempuan tidak diperhitungkan dalam dinamika ekonomi yang berjalan.  Dalam pandangan yang dilontarkan oleh Smith, Marcal mengkritik cara Smith menegasikan peran perempuan yang memiliki peran cukup besar dalam perilaku ekonomi yang sedang berjalan. 

Menurut Marcal, kasih sayang adalah yang patut diperhitungkan secara ekonomi. Padahal Smith yang berdiri kokoh sebagai ilmuwan, akademisi dan selama ini memperoduksi pengetahuan, adalah berkat kasih sayang ibu yang sudah menyiapkan kebutuhan dasar pada dirinya. sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Smith, ini juga berarti bahwa, seberapapun besar tanggung jawab dometik yang dilakukan oleh perempuan, masih banyak orang yang tidak menganggapnya sebagai pekerjaan, bahkan disepelekan dan tidak diperhitungkan. 

Hari ini pun sama. Bagi kebanyakan orang, melakukan tanggung jawab domestik, seperti mengurus anak, memasak, mencuci, dan membersihkan rumah, bukanlah suatu pekerjaan yang penting karena tidak menghasilkan uang, sehingga tidak diperhitungkan secara ekonomi. Kritik terhadap teori ekonomi yang disampaikan oleh Smith sangat penting dilontarkan dan perlu mendapatkan perhatian sehingga menjadi upaya untuk menyadarkan bahwa peran seorang perempuan dalam ranah domestik sangat penting dan urgent dalam kehidupan. 

Selain itu, dalam suatu pembahasan, Marcal memberikan contoh seorang perempuan yang bernaa Florence Nightingale, perawat legendari yang telah membentuk keperawatan modern dan berasal dari keluarga berada. Keinginan tersebut ditolak bahkan mendapatkan pertentangan dari keluarga besarnya karena seorang perawat adalah pekerjaan masyarakat kelas menengah ke bawah, dan Florence tidak pantas untuk berkarir pada pekerjaan tersebut.  Padahal secara nilai kebaikan, pekerjaan tersebut sangat mulia. Hal itu bisa ditarik dalam terori Smith, bahwa hal yang bersifat kebaikan tidak perlu diperhitungkan secara ekonomi. 

Kalimat tersebut mengandung arti bahwa, pada saat ini, pekerjaan seperti guru, yang merupakan sebuah kemuliaan yang besar, seharusnya mendapatkan gaji yang besar, justru tidak disejahterakan oleh pemerintah.  Atas dasar ini, representasi kehidupan perempuan sebagai bagian dari ekonomi tersebut tidak diperhatikan oleh kelompok akademisi, utamanya peran domestik yang dibebankan kepada perempuan. Kritik marcal terhadap teori ekonomi sangat membuka wacana pemikiran dan memberikan pemahaman yang lebih dalam agar perempuan memiliki andil besar dalam ekonomi. 

RELATED ARTICLES
Continue to the category

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments