Wednesday, July 17, 2024
spot_img
HomeOpiniAminatur Rizqiyah, Program Keluarga Harapan Wujudkan Penguatan Hak Perempuan di Sampang

Aminatur Rizqiyah, Program Keluarga Harapan Wujudkan Penguatan Hak Perempuan di Sampang

Sepertinya sangat jarang ada anak muda yang mau mengabdikan diri di desa tempat tinggalnya. Kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk pergi merantau ke kota dan mendapatkan pekerjaan yang lebih prestisius. Tetapi berbeda dengan Aminatur Rizqiyah, seorang perempuan yang usianya masih tergolong muda ini memutuskan untuk menjadi pendamping Program Keluarga Harapan di daerahnya, Sampang Madura. 

Fyi, Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disebut PKH adalah program bantuan dari Kementrian Sosial kepada keluarga miskin yang ditetapkan sebagai penerima manfaat PKH. Dilihat dari jenisnya, bantuan ini adalah bantuan bersyarat yang hanya diberikan kepada mereka yang memenuhi kriteria di antaranya adalah ibu hamil, ibu yang memiliki anak balita dan anak usia sekolah yang belum meyelesaikan pendidikan dasar 9 tahun.

Rezqy, begitu sapaan akrabnya, terpilih menjadi salah satu pendamping yang bertugas mendampingi keluarga penerima hak PKH tersebut. Dalam acara Talkshow She builds Peace yang ditayangkan di Youtube pada 16 Agustus 2022, dia menyampaikan bahwa keputusannya untuk menjadi pendamping PKH tidak lepas dari pengaruh didikan orangtuanya sejak kecil.

 Rezqy bercerita bahwa konstruksi sosial masyarakat Sampang yang masih patriarki tidak lantas membuat orang tuanya membeda-bedakan anak mereka menurut jenis kelamin. Praktik perkawinan anak yang masih lumrah dan bahkan menjadi budaya di sana tidak diikuti oleh keluarganya. Hal ini terlihat jelas ketika ayahnya menolak tegas lamaran yang ditujukan kepada Rezqi saat usianya masih 7 tahun.

Sejak kecil, Rezqy dibiasakan untuk bersosialisasi dengan warga sekitar tempat tinggalnya. Bertanya kabar atau hanya sekedar say hello menjadi kegiatan sehari-hari yang biasa dia lakukan. Kebiasaan inilah yang kemudian membentuk kepekaan sosial di dalam dirinya sehingga akhirnya memutuskan menjadi pendamping PKH melewati beberapa prosedur yang sudah ditentukan.

Keterampilan bersosialisasi yang sudah dilatih sejak kecil membuatnya tidak terlalu kesulitan mengamban amanah tersebut. Lahir dan besar di daerah yang menjadi binaannya membuat Rezky sangat mengerti karakter dan budaya daerah tersebut. Hal ini kemudian memudahkan dia dalam berkomunikasi dengan yang lebih tua ataupun yang lebih muda. Tentu ini bukanlah perkara yang mudah, mengingat usianya yang masih tergolong muda.

Kepekaan sosial yang tumbuh di dalam dirinya jugalah yang kemudian membuatnya peduli dan tergugah untuk turut mengambil peran terhadap isu-isu perempuan di Sampang.  Apalagi, keikutsertaannya dalam mengelola Sekolah Perempuan Bintang 9 Sampang membuatnya mempunyai perspektif gender yang kuat. 

Menurut Rezqy, mengkolaborasikan antara modul PKH dengan modul Sekolah Perempuan mempunyai dampak yang signifikan pada transformasi individual para ibu-ibu dampingannya. Perkumpulan rutin yang awalnya dihadiri oleh ibu-ibu sebagai syarat dari PKH dimana motivasi awalnya adalah pencairan dana, diolah sedemikian rupa oleh Rezqy menjadi elemen pemberdayaan bagi mereka.

Pendekatan keluarga yang dilakukan melalui perkumpulan yang dilaksanakan secara bergiliran dari rumah ke rumah nyatanya mampu memberikan sedikit perubahan pada relasi suami istri dalam rumah tangga. Ketika para ibu sedang berkumpul bersama dan disaksikan oleh para bapak, membuat para bapak kepo tentang apa sih yang sedang dibahas?

Keingintahuan tersebut berujung pada obrolan suami istri sekaligus internalisasi pemahaman nilai-nilai kesetaraan kepada para bapak dan anggota keluarga yang lain. Banyak kemudian ibu-ibu yang bercerita bahwa suami yang dulunya tidak mau membantu pekerjaan domestik menjadi mau membantu. Walaupun hanya pekerjaan sepele seperti mengangkat jemuran atau menyapu, menurut ibu-ibu itu sudah merupakan perubahan yang besar.

Pada saat terjadi kasus kekerasan seksual terhadap anak, Rezky tergolong berhasil mengerahkan ibu-ibu dampingannya untuk melakukan aksi demo menentang kekerasan tersebut tanpa menimbulkan konflik lebih lanjut.  Tentu hal ini bukanlah sesuatu yang mudah mengingat kasus kekerasan seksual masih menjadi isu yang sangat sensitif di daerah tersebut.

PKH dan elemen pemberdayaan di dalamnya menjadi semakin maksimal dengan inovasi yang Rezqy lakukan. Dana bantuan yang ditujukan untuk Pendidikan terbukti dapat mencegah praktik perkawinan anak yang terjadi, paling tidak mengerem para orangtua penerima dana bantuan untuk menikahkan anak-anak mereka di usia muda.

Sembari melakukan pendampingan terkait PKH tersebut, Rezqy menginternalisasikan nilai-nilai tentang kesetaraan dan keadilan dari sekolah perempuan yang dikembangkannya. Ide yang menurut saya sangat kreatif sekali.

Strategi Rezqy mengkolaborasikan pendampingan PKH dengan memberikan materi-materi Sekolah perempuan ternyata mampu membuka kesadaran ibu-ibu akan hak-haknya sebagai perempuan. Hak-hak yang sepatutnya diperjuangkan. Demikian pula ketika ada oknum-oknum yang menyalahgunakan dana bantuan, meskipun bisa dilaporkan tetapi Rezki lebih mendorong agar ibu-ibu tersebut yang aware terhadap hak-haknya dan bagaimana mediasi bisa dilakukan.

Sebagaimana yang disampakan Ruby Kholifah di akhir talkshow bahwa keluarga adalah lingkup terkecil yang memengaruhi watak dan kepribadian seseorang, maka keluarga sudah seharusnya menjadi unit yang paling strategis untuk diberdayakan.

Cerita pengalaman Rezqy memberikan inspirasi dan juga pembelajaran kepada kita bahwa pendekatan keluarga melalui pemberdayaan perempuan terbukti mampu mewujudkan transformasi pada keluarga dan juga lingkungan sekitar. Transformasi dalam diri perempuan menjadikannya lebih mudah membuka pintu-pintu transformasi di keluarga sehingga nilai-nilai kesetaraan dan keadilan dalam keluarga dapat terwujud.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments