HomeTalkshowNetaria Perabu: Cerita Pendamping Desa Perempuan

Netaria Perabu: Cerita Pendamping Desa Perempuan

“Di Poso, tanah masih luas, tapi masih males juga untuk menanam singkong supaya dipetik daunnya agar bisa dimasak”

Orang lebih rela membeli sayur-sayuran dari pedagang keliling dari luar desanya untuk memenuhi kebutuhan sayur. Padahal kalau tanah-tanah itu dimanfaatkan, mereka bisa menghasilkan uang dari pertanian.

Kondisi miris inilah yang membawa Netaria Perabu seorang alumni Sekolah Perempuan Perdamaian angkatan pertama di Poso, melakukan terobosan dalam upaya pemberdayaan petani desa melalui program READSI yang bekerjasama dengan IFAD.

Peningkatan partisipasi perempuan dan penguatan mekanisme perdamaian menjadi bagian penting yang dimandatkan oleh UU Desa. Figur Neta merefleksikan dua kepentingan ini. Dalam kurun waktu 9 tahun, 143 desa pernah disinggahinya Neta untuk memotivasi para petani agar mau mengelola lahan-lahan mereka yang luas tapi belum maksimal produktivitasnya. Di sinilah Neta mengombinasikan pendekatan pemberdayaan perempuan dan peacebuilding.

RELATED ARTICLES
Continue to the category

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments